Minggu, 25 Maret 2012

Resensi Novel "Ayah, Mengapa Aku Berbeda?"

Hallo semuanya...ini ada yang baru loh. Berawal dari kesempatan adanya waktu buat baca, kalau boleh sedikit cerita ya...disini saya ingin mengulas kembali sebuah novel best seller yang fenomenal. Bahkan beberapa waktu yang lalu berkat minat pembacanya, novel ini difilmkan loh... Kisahnya bisa terbilang sedih plus mengharukan, tapi dibalik itu semua terselip arti sebuah ketegaran hidup yang amat luar biasa. So...untuk menghemat waktu, langsung aja ya. ^_^

Kisah ini berawal dari pasangan suami-istri yang kemudian dikaruniai seorang gadis cantik bernama Angel. Gadis ini luar biasa, membawa ketegaran khususnya ayah-ibunya sendiri. Akan tetapi ia terlahir dengan sebuah keterbatasan hingga membuatnya menjadi sosok yang dikagumi semua orang. Lahir prematur dan divonis menderita tunarungu. Meskipun ia terbilang berbeda dengan anak seusianya, namun dalam dirinya begitu banyak tersimpan anugerah yang mungkin tidak orang lain dapatkan. (Coba Anda bayangkan...seorang tunarungu mampu bermain piano dengan indahnya), sungguh hadiah luar biasa dari Tuhan yang dikaruniakan kepadanya. Sejak Angel dilahirkan hingga usianya sekarang, tidak pernah tahu wujud ibu yang telah melahirkannya, hanya foto senyum indah Ibunya yang tergambar disalah satu sudut kamarnya. Ibunya meninggal ketika melahirkan Angel. Ia tinggal bersama Ayah dan Neneknya yang selalu menjaganya bagaikan permata ditengah-tengah keringnya karang.

Kini, Angel beranjak memasuki usia sekolah. Martin Ayahnya, mengajaknya untuk melihat sebuah sekolah. Namun ini berbeda, ya...sekolah luar biasa. Sekolah dimana Angel akan menjadi bagian didalamnya. Dengan hati yang tak kuasa menghadapinya, Ayah membawa Angel masuk. Meskipun sejak pertama melihat seluruh bagian depan sekolah Angel merasakan hal yang tidak biasa, namun Ayahnya tak pernah bosan memberikannya pengertian. Setelah melalui berbagai proses, akhirnya Angel resmi dan mengarungi pendidikannya di sekolah itu. Beberapa tahap berhasil diembannya, Guru disekolahnya pun  heran dibuatnya. Kemampuannya jauh lebih berkembang dibandingkan anak-anak lainnya, hingga setara dengan kemampuan anak-anak normal diluar sana. Bahkan meraih predikat nilai terbaik dikelasnya. Semuanya...senang mendengernya, Gurunya menyarankan Ayah Angel untuk mencoba berpikir memindahkan Angel ke sekolah biasa pada umumnya.

Tentunya dengan saran tersebut membuat Martin, Ayahnya berpikir ulang untuk benar-benar mendengarkan saran guru tersebut. Tapi berpindahnya Angel bisa terbilang membuat Ayah dan Neneknya khawatir, ada ketakutan jika Angel tidak bisa beradaptasi bahkan tidak diterima dilingkungan sekolah barunya. Seiiring berjalannya waktu sejauh Ia berada ditempat itu, gadis luar biasa ini bisa membuktikan kepada Ayah dan Neneknya kalau Ia mampu menghadapi segala kemungkinan yang bagi orang lain tidak mungkin Ia lakukan. (Anda semua tentunya bertanya-tanya, gimana caranya Angel berkomunikasi kan?...) ya, Angel memiliki seorang Nenek sekaligus Ibu ke-2 yang cerdas. Sebelumnya, Neneknya telah menyiapkan note kecil yang disisipkan dengan pena diatasnya dan ada tali yang menggantung, sehingga kemana pun Angel pergi, Ia bisa membawanya. Dengan begitu, Angel bisa menuliskan segala yang Ia perlukan disana, dan komunikasi dengan temannya pun menjadi lebih mudah kan...^_^.   

Pelajaran yang berharga juga bisa kita temukan dalam novel ini. Tidak sedikit yang merasa aneh ketika Angel menghabiskan separuh waktunya di sekolah itu. Hanya ada Hendra, sahabat yang selalu setia menemani hari-hari penuh cerita seorang Angel. (gimana kalau kalian yang ada di posisi Angel? Sedih bukan?...hanya ada satu teman, dari ribuan teman yang mau menemani). Antara harus senang atau sedih yang selalu Angel rasakan ketika menginjakkan kaki di sekolahnya itu. Anges, dia lah perubah senyum manis Angel menjadi butiran air mata. Hanya karena keterbatasan, Agnes dengan sinisnya selalu saja membuat Angel tersiksa. Dihina, dicaci, dilukai baik secara fisik maupun psikisnya. (mungkin kalau kita tentunya tidak akan tahan, kemudian cepat-cepat berpikir untuk pergi dari sekolah itu). Tapi, Angel tidak loh...Ia tetap bertahan, kuat, tegar, dan berani menghadapinya. Sampai-sampai membuat lawannya itu terheran-heran bahkan bisa mengalahkan kemampuan Agnes baik dalam pelajaran maupun musik. Piano...ya, itulah alat musik dengan dentingan yang indah saat tutsnya dimainkan oleh seorang Angel. Berkat kemampuannya itu, Ia bisa bergabung dalam klub musik yang dipimpin oleh Bu Katrina.

Usai jam pelajaran selesai, Angel dan teman-temannya selalu menyisihkan waktu untuk berlatih piano diruang musik tentunya dengan arahan Bu Katrina. Kendalanya bukan karena Ia tidak bisa mendengar, tapi hadirnya Agnes dan teman-temannya. Setiap latihan selalu saja ada tingkah laku Agnes yang membuat kesabaran Angel teruji. Alasan berlatih adalah karena diumumkannya konser untuk tim musik sekolah ini oleh Ibu Katrina. Singkat cerita, tiba-tiba tanpa diketahui oleh Angel, Ayahnya jatuh pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit oleh pembatunya dirumah. Jantung, itulah sakit yang diderita oleh Ayah Angel, dan itu sudah pasti membuatnya sedih.  Meskipun Agnes telah melarangnya ikut serta dalam konser itu, namun Angel tidak memperdulikannya. Ia telah berjanji kepada Ayahnya, kalau Ia akan menampilkan yang terbaik untuk Ayahnya.

Hari konser pun tiba, Agnes dan teman-temannya ternyata telah mempersiapkan hal buruk untuk Angel. Dibelakang panggung tepatnya didalam sebuah kotak, ada rambut palsu dan baju compang camping bahkan robek dibeberapa bagiannya. Mereka menyuruh Angel untuk memakainya di atas panggung. Tanpa ada pilihan lain Ia tetap harus memakainya, karena kalau tidak Ia tidak diizinkan untuk tampil oleh mereka. Angel memang anak yang berhati mulia, demi janjinya dan untuk membuat Ayahnya bangga, Ia melakukan semua yang Agnes perintahkan dengan air mata yang jatuh dipipinya. Mereka berpikir Angel akan ditertawakan oleh semua orang yang menyaksikan konser itu, tapi ternyata salah. Memang sih awalnya ketika Angel berdiri dihadapan orang banyak, mereka semua terlihat heran. Tapi  setelah tuts piano Ia mainkan, semua nampak hening. Hingga berakhir pada tepuk tangan meriah dari seluruh penonton yang menyaksikannya.

Ayah Angel menyaksikan putrinya dengan bangga menangis bahagia anaknya benar-benar menepati janji untuk tampil luar biasa dihadapan semua orang yang mungkin memandangnya sebelah mata. Angel langsung berlari menuruni panggung dan menuju tempat Ayahnya. Tak tersadar air matanya pun mengalir saat memeluk erat Ayahnya. Semua yang telah Ayahnya ajarkan kepadanya, kini Angel mengerti “Mengapa Ia berbeda dengan yang lainnya”.Angel percaya mereka yang terlahir dengan kekurangan sepertinya di dunia ini adalah mereka yang bahagia karena keterbatasannya.


Dan demikianlah sedikit ulasan kembali dari sebuah novel best seller “Ayah, Mengapa Aku Berbeda?” oleh Agnes Davonar yang juga penulis best seller novel “Surat kecil Untuk Tuhan” Semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita semua, untuk selalu bersyukur atas semua yang diberikan Tuhan. Serta senantiasa memandang sebuah keterbatasan menjadi karunia lebih dari-Nya.

Daftar Pustaka:
Davonar, Agnes.2011.Ayah Mengapa Aku Berbeda?.Jakarta:Inandra/Intibook Publishing.

Minggu, 18 Maret 2012

Konsep Kesehatan Mental

Semua orang tentunya ingin selalu dalam keadaan sehat. Banyak juga yang mengatakan jika sehat itu mahal. Sehat itu sebenarnya mudah kita dapatkan, jika terus menjaga keadaan diri baik fisik maupun psikis. Nikmat sehat akan lebih kita rasakan terlebih ketika mengalami sakit. Yang hanya menimbulkan keresahan, misalnya susah tidur, nafsu makan berkurang, indera perasa menjadi terganggu, aktivitas yang seharusnya dilakukan karena sedang tidak sehat akhirnya terbengkalai. Itulah sepintas mengenai sehat yang biasanya terjadi atau dikemukakan oleh masyarakat pada umunya. Bicara soal sebuah materi pembahasan, kebanyakan biasanya di awali dengan sejarah yang melatarbelakanginya. Mari kita simak beberapa materi dibawah ini.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Disini, kesehatan mental awal mulanya adalah sebuah ide Marie Jahoda tahun 1958. Menurutnya kesehatan mental adalah orang yang sehat mentalnya mempunyai penyesuaian dan kelenturan dalam menghadapi hidup. Dalam bahasa Inggris isitilah “health” adalah sehat atau kesehatan. Sehat merupakan kondisi atau keadaan dari subjek sedangkan kesehatan menjelaskan tentang sifat dari subjek. Sejarah kesehatan mental semakin lama mengalami perubahan setelah perang dunia II. Perhatian masyarakat mengenai kesehatan jiwa semakin bertambah. Kesehatan mental bukan suatu hal yang baru bagi peradaban manusia. Gangguan mental itu sudah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban.

Zaman dahulu banyak beredar kepercayaan atau mitos yang salah mengenai penyakit mental, ada yang percaya bahwa penyakit mental disebabkan oleh gangguan roh jahat, ada yang menuduh bahwa akibat guna-guna karena kutukan atau hukuman atas dosanya. Kepercayaan yang salah ini hanya akan merugikan penderita dan keluarganya karena penderita penyakit jiwa tidak mendapat pengobatan secara cepat dan tepat sehingga para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara dibawah tanah atau dihukum atau diikat dengan rantai besi. Namun seiring zaman yang semakin maju dan perkembangan ilmu pengetahuan Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Lalu mereka dikenal dengan masa-masa pra ilmiah karena usaha dan praktik yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan. 

Konsep Sehat

Konsep sehat dan kesehatan merupakan dua hal yang hampir sama tapi berbeda. Konsep sehat menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya. Organisasi kesehatan dunia (WHO) pun mengembangkan definisi tentang sehat. Pada sebuah publikasi WHO tahun 1957, konsep sehat didefinisikan sebagai suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dimiliki. Kondisi sehat emisonal, psikologis, dan sosial yang terlihat dari hubungan interpersonal yang memuaskan, perilaku dan koping yang efektif, kondisi diri yang positif, serta kestabilan emosional. (Johnson, 1997). Jika kebanyakan sesuatu yang ingin kita kerjakan itu memerlukan konsep sebelum memulainya, hal tersebut juga berlaku demikian untuk hidup sehat yang diharapkan oleh semua individu. Dengan konsep segalanya akan lebih terarah dan kita pun bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan kedepannya untuk sebuah tujuan yang baik bagi kehidupan.

Orang yang sehat mentalnya bukan berarti tidak mengalami penyakit maupun gangguan mental, melainkan orang yang mampu kembali ke kehidupan sebelum ia mengalami tekanan yang berat dalam hidupnya. Artinya orang yang sehat adalah orang yang mampu menghadapi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi pada dirinya, dan mampu bangkit dari keterpurukan. Pandangan beberapa tokoh juga mengatakan bahwa konsep kepribadian yang sehat sangat penting. Isinya sulit, menantang dan kompleks, penuh dengan hal-hal yang tidak diketahui dan kebenaran-kebenaran setengah-setengah dan sudah pasti merupakan suatu mode dan khayalan. Menurut Undang-Undang Kesehatan No.36 tahun 2009, “sehat merupakan keadaan sempurna baik fisik, mental, dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat, serta produktif secara ekonomi dan sosial”. Dengan kata lain kesehatan mencakup 4 aspek, diantaranya: fisik (badan), mental (jiwa), sosial dan ekonomi.
  1. Kesehatan Fisik
Apabila seseorang tidak merasa sakit atau tidak adanya keluhan, semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak ada gangguan fungsi tubuh.
  1. Kesehatan Mental (Jiwa) mencakup 3 komponen: pikiran, emosional, dan spiritual
  1. Pikiran, apabila seseorang mampu berpikir logis (masuk akal), atau berpikir secara runtut.
  2. Emosional, kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya. Misalnya takut, gembira, khawatir, sedih, dan sebagainya.
  3. Spiritual, dilihat dari praktik keagamaan, keyakinan atau kepercayaan sesuai dengan agama yang dianut. Dengan kata lain sehat spiritual adalah apabila orang melakukan ibadah dan aturan-aturan agama yang  dianutnya.
  1. Kesehatan Sosial
Apabila seseorang mampu berhubungan atau berkomunikasi dengan orang lain secara baik, atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain tanpa membedakan ras, suku, agama, dll.
  1. Kesehatan Ekonomi
Produktif dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong secara finansial terhadap hidunya sendiri atau keluarganya.
Keadaan bisa dikatakan sehat jika mencukupi akan keempat aspek yang telah tertera di atas. Pola hidup sehat sebaiknya tertanam sejak dini, dengan begitu anak telah terlatih untuk melakukan segala sesuatunya dalam proses perkembangannya secara runtut dan teratur. Pekembangan itu sendiri melalui beberapa proses, dan tidak sedikit mengalami hambatan baik dari faktor internal maupun eksternal. Memerlukan kontrol dan pengarahan yang baik tentunya, agar perkembangan tersebut berlangsung sesuai dengan tahap-tahap yang seharusnya dijalankan. Kepribadian yang terlihat bisa dikatakan akibat dari perkembangan yang di alami seseorang. Apa yang terjadi merupakan apa yang telah ia dapatkan dari proses perkembangan, yang pada akhirnya membentuk kepribadian dirinya.

Dimensi Kesehatan Mental

Selain yang telah dijelaskan diatas, kesehatan juga memiliki beberapa dimensi. Maslow dan Mittlemenn (dalam notosoedirjo & Latipun, 2005) menguraikan pandangannya mengenai prinsip-prinsip kesehatan mental, yang menyebutnya dengan manifestation of psychological health. Maslow menyebut kondisi yang sehat secara psikologis itu dengan istilah self actualization sekaligus sebagai puncak kebutuhan dari teori hierarki kebutuhan yang disusunnya. Manifestasi mental yang sehat (secara psikologis) menurut Maslow dan Mittlemenn tercermin dari kesebelas dimensi kesehatan mental yakni adalah sebagai berikut:
  1. Adequate feeling of security (rasa aman yang memadai),
  2. Adequate self evaluation (kemampuan menilai diri sendiri yang memadai),
  3. Adequate spontaneity and emotionality (memiliki spontanitas dan perasaan yang memadai dengan orang lain),
  4. Efficient contact with reality (mempunyaikontak yang efisien dengan realitas),
  5. Adequate bodily desire and ability to gratify them (keinginan-keinginan jasmani yang memadai dan kemampuan untuk memuaskannya),
  6. Adequate self knowledge (mempunyai kemampuan pengetahuan yang wajar),
  7. Integration and consistency of personality (kepribadian yang utuh dan konsisten),
  8. Adequate of life goal (memiliki tujuan hidup yang wajar),
  9. Ability to learn from experience (kemampuan belajar dan pengalaman),
  10. Ability to satisfy to requirements of the group (kemampuan memuaskan tuntutan kelompok),
  11. Adequate emancipation for the group or culture mempunyai emansipasi yang memadai dari kelompok atau budaya).
Teori Perkembangan Kepribadian Freud

Menurut Freud, kepribadian tersusun dari tiga sistem pokok, yakni: id, ego, dan superego. Pertama, id merupakan segala sesuatu yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir, termasuk insting-insting. Kedua, ego disebut eksekutif kepribadian karena ego mengontrol pintu-pintu ke arah tindakan, memilih segi-segi lingkungan mana ia akan memberikan respons dan memutuskan insting. Ketiga, superego adalah perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakat. Selain itu juga, superego memiliki beberapa fungsi pokok, diantaranya: (1) merintangi impuls-impuls id, terutama impuls-impuls seksual dan agresif, (2) mendorong ego untuk menggantikan tujuan-tujuan realistis dengan tujuan-tujuan moralistis, (3) mengejar kesempurnaan. Selain struktur kepribadian diatas, Freud juga menjelaskan beberapa tahap-tahap perkembangannya. Tahap-tahap tersebut diantaranya adalah:
(1)   Oral, sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut dan makan,
(2)   Anal, pengeluaran feses menghilangkan sumber ketidaknyamanan dan menimbulkan perasaan lega,
(3) Phalik, perasaan-perasaan seksual dan agresif berkaitan dengan mulai berfungsinya organ-organ genital,
(4)   Laten, waktu yang relatif tenang antara tahapan-tahapan yang lebih bergejolak,
(5)   Genital, individu mendapatkan kepuasan dari stimulasi dan manipulasi tubuhnya sendiri.

Dengan kata lain, Freud berpendapat bahwa kepribadian telah cukup terbentuk pada akhir tahun kelima, dan bahwa perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan elaborasi terhadap struktur dasar itu. Dan kepribadian berkembangan sebaga respons terhadap empat sumber tegangan pokok, yakni: (1) proses-proses pertumbuhan fisiologis, (2) frustasi-frustasi, (3) konfilik-konflik, dan (4) ancaman-ancaman. Lebih jelasnya lagi, kepribadian yang terbentuk melalui masa kanak-kanak yang tidak disadari menimbulkan konflik antara berbagai dorongan id bayi dan tuntutan hidup yang beradab. Berbagai konflik ini muncul dalam rangkaian yang selalu sama dari lima tahapan perkembangan psikoseksual, dimana kesenangan sensual beralih dari satu daerah tubuh ke yang lain.

Teori Perkembangan Kepribadian Erikson

Kini beralih pada pendapat dari Erikson mengenai perkembangan kepribadian. Erikson berpendapat bahwa setiap anak memiliki jadwal waktunya sendiri, karena itu akan menyesatkan kalau ditentukan lama berlangsungnya secara eksak masing-masing untuk setiap tahap. Setiap tahap tidak dilewati dan kemudian ditinggalkan, masing-masing tahap ikut serta dalam membentuk seluruh kepribadian. Dan kepribadian itu memiliki beberapa tahap didalamnya, diantaranya adalah:
(1)   Kepercayaan Dasar vs Kecurigaan Dasar
Ditunjukkan oleh bayi lewat kapasitasnya untuk tidur tenang, menyantap makanan dengan nyaman, dan membuang kotoran dengan santai.
(2)   Otonomi vs Perasaan Malu dan Keragu-raguan
Anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya, apakah kewajiban-kewajiban dan hak-haknya disertai apakah pembatasan-pembatasan yang dikenakan pada dirinya.
(3)   Inisiatif vs Kesalahan
Inisiatif bersama-sama dengan otonomi memberikan kepada anak suatu kualitas sifat mengejar, merencanakan, serta kebulatan tekad dalam menyelesaikan tugas-tugas dan meraih tujuan-tujuan.
(4)   Kerajinan vs Inferioritas
Anak harus belajar mengontrol imajinasinya yang kaya, dan mulai menempuh pendidikan formal.
(5)   Identitas vs Kekacauan Identitas
Individu mulai merasakan suatu perasaan tentang identitasnya sendiri, perasaan bahwa ia adalah manusia unik.
(6)   Keintiman vs Isolasi
Mendambakan hubungan-hubungan yang intim-akrab, dan persaudaraan, serta siap mengembangkan daya-daya yang dibutuhkan untuk memenuhi komitmen-komitmen.
(7)   Generativias vs Stagnasi
Perhatian terhadap apa yang dihasilkan, keturunan, produk-produk, ide-ide, dan sebagainya.
(8)   Integritas vs Keputusasaan
Orang yang telah mencapai suatu keadaan integritas menyadari berbagai gaya hidup orang-orang lain, namun dengan bangga ia memelihara gaya hidupnya sendiri dan mempertahankannya dari berbagai potensi ancaman.
Menurut Erikson, kedelapan tahapannya tersebut sebagai suatu krisis dalam hal kepribadian. Pokok pikiran psikososial yang terutama penting pada masanya dan akan tetap menjadi sebuah persoalan pada kadar tertentu sepanjang sisa hidup. Persoalan-persoalan ini yang timbul berdasarkan jadwal waktu kematangan, harus diselesaikan secara memuaskan untuk perkembangan ego yang sehat.  

Kepribadian Sehat

Tentunya jika kondisi fisik maupun psikis dalam keadaaan baik atau sehat, segalanya berlangsung secara baik pula. Kepribadian yang sehat bisa terlihat dari kemampuan menilai diri sendiri secara realistis. Mampu menerima kekurangan maupun kelebihan yang telah ada. Perlunya tanggungjawab diiringi keyakinan akan kemampuan mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.  Dalam mengatasinya juga diperlukan adanya kemandirian, baik berpikir, bertindak, maupun mengambil keputusan. Tidak membebani orang lain, melainkan menyelesaikan segalanya sendiri. Selain itu juga jika hadapkan dengan berbagai masalah, emosi yang muncul mampu dikendalikan dan memandang hal tersebut secara positif. Dan yang paling berharga adalah situasi kehidupan yang diwarnai dengan kebahagiaan.

Daftar Pustaka
Notoatmodjo, Soekidjo.2010.Promosi Kesehatan Teori & Aplikasi.Rineka Cipta:Jakarta.
Direja, Surya A.H.2011.Buku Ajar Asuhan Keperawatan Jiwa.Nuha Medika:Yogyakarta.
Hall, Calvin S. & Lindzey, Gardner. 1993.Teori-Teori Psikodinamik (Klinis).Kanisius:Yogyakarta.
Papalia, Olds, Feldman.2009.Human Development.Salemba Humanika:Jakarta.
Schultz, Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan Model-Model Kepribadian Sehat.Kanisius:Yogyakarta.

Senin, 26 Desember 2011

Uraian Jurnal Harga Diri Remaja Putri, Melakukan Hubungan Seks Pranikah

Akhirnya kita berjumpa lagi di tempat dimana saya mencoretkan sedikit kata-kata yang tertuliskan di lembar ini. Untuk kali ini, saya diberi tugas untuk menjelaskan atau lebih tepatnya lagi mengulas sedikit tentang sebuah jurnal yang memuat berbagai kegiatan di dalamnya. Biasanya, jika banyak yang mengetahui bahwa jurnal itu ditulis ketika seseorang telah melakukan sebuah penelitian yang pada akhirnya membuat laporan, bisa berupa makalah atau jurnal yang isinya terdapat serangkaian kegiatan. Mulai dari sebelum mengadakan penelitian sampai akhir penelitian terselesaikan.

Mungkin kalimat diatas hanyalah sedikit ulasan yang bisa mengantarkan kita ke pembahasan selanjutnya. Baiklah langsung saja sebelum lebih jauh kedepannya, kini kita awali dengan apa itu jurnal?. Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan.

Jurnal juga biasanya memiliki berbagai tahapan penulisan seperti pendahuluan, pembahasan dan akhirnya penutup. Jurnal tidak bisa terbit jika kita tidak melakukan penelitian sebelumnya. Disini jurnal diawali dengan adanya abstrak yang memuat ulasan sedikit tentang pembahasan didalamnya. Biasanya abstrak tersebut bisa dalam bentuk bahasa indonesia maupun bahasa inggris atau bisa juga kedua-duanya. Yang kemudian diikuti dengan pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan dan manfaat. Kesemuanya itu membahas uraian apa saja yang melatarbelakangi diadakannya sebuah penelitian, sebelum penelitian tersebut dilakukan. Jurnal yang saya temukan disini, penelitiannya dilakukan karena maraknya perilaku seks pranikah (seks bebas) dikalangan remaja yang bisa kita telaah dari berbagai pengaruh yang terjadi di kalangan masyarakat.

Selanjutnya kita temukan pembahasan (tinjuan pustaka) berisi penjelasan materi dimana diambil dari kata kunci yang tercantum dalam abstrak sehingga mempermudah proses pengerjaannya tanpa harus membahas secara keseluruhan, akan tetapi intinyalah yang terpenting. Pengertian perilaku seks pranikah adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual oleh lawan jenisnya, melalui perbuatan yang tercermin dalam tahap-tahap perilaku seksual yang paling ringan hingga yang paling berat, yang dilakukan sebelum perikahan yang resmi menurut hukum maupun agama. Selain itu juga terdapat pengertian mengenai harga diri, adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri baik secara positif maupun negatif. Terurai pula beberapa faktor yang melatarbelakangi perbuatan tersebut diantaranya: usia, jenis kelamin, agama, pendidikan, kelas sosial, ketidakhadiran orang tua dan pengalaman pacaran (hubungan afeksi). Menurut penelitian disini, usia remaja sekitar 16 tahun lebih cenderung lebih memiliki sikap permisif  yang dimana sedang mengalami yang namanya pubertas. Untuk jenis kelamin, pria lebih cenderung permisif terhadap perilaku seks pranikah dibandingkan wanita. Agama, seseorang akan lebih tergoda untuk melakukan seks pranikah jika pengetahuan tentang agama mereka lemah. Selanjutnya ada pendidikan, jika mereka memiliki pengetahuan yang luas mengenai perilaku seks pranikah, maka mereka cenderung untuk tidak melakukannya. 

Tidak hanya yang telah disebutkan di atas, pengaruh yang lainnya seperti kelas sosial yang mana kelas ekonomi bawah lebih konservatif sedangkan kelas ekonomi atas cenderung permisif. Menyangkut ketidakhadiran orang tua, kurangnya bimbingan atau pola asuh orang tua dirumah yang tidak peduli atau tidak terbuka untuk membicarakan pengetahuan seks pada anaknya, dan kesibukkan oarng tua sehingga anak tidak memiliki perhatian khusus terhadap pergaulannya. Dan yang terakhir adalah pengalaman pacaran, individu yang telah mengalami hubugan pacaran atau afeksi cenderung permisif  terhadap perilaku seks pranikah. Kembali kepada tahap penyusunan, disini setelah adanya tinjauan pustaka yang meliputi pengertian pembahasan dan lain sebagainya, dalam jurnal tersebut juga ditemukan adanya metode penelitian. Dimana di dalamnya tersirat pendekatan, subjek, dan keakuratan penelitian. Itu membantu proses langkah awal dalam rancangan apa saja yang harus dilakukan dalam sebuah penelitian.

Untuk hasil dan pembahasan, berisi ulasan serangkaian materi pembahasan mulai dari pengertian, faktor, dll yang telah dituliskan dalam tinjauan pustaka. Sebagai kajian singkat yang mampu membantu masyarakat atau pembaca memahami dengan mudah materi penelitian sehingga bisa mengambil kesimpulan dari apa yang mereka baca. Dan yang terakhir adalah penutup, yang berupa kesimpulan dan saran yakni kesimpulan dari pembahasan penelitian. Kesimpulan yang pertama disini adalah alasan mengapa subjek melakukan perilaku seks pranikah, diantaranya: tingkat religiusitas yang rendah, ketidakhadiran orang tua yang menyebabkan kurangnya pengawasan terhadap anak, pengalaman pacaran menjalin hubungan afeksi terhadap lawan jenis, mengetahui dari teman maupun teknologi yang membuat rasa keingintahuan remaja itu besar sehingga dia melakukannya. Kemudian juga tertulis gambaran harga diri subjek yang melakukan perilaku seks pranikah, yang bisa dikatakan sebagai komponen harga diri.

Kesimpulan terakhir yang dibahas dalam jurnal ini adalah faktor yang mempengaruhi harga diri subjek setelah melakukan hubungan seks pranikah, diantaranya:
  1. Psikologis, merasa dirinya tidak bahagia dan tidak tenang dan merasa adanya perasaan berdosa, bersalah dan malu.
  2. Lingkungan sosial, merasa dirinya menjadi rendah.
  3. Fisik, merasa penampilan fisiknya kurang menarik dan tidak bangga lagi dengan penampilan fisiknya serta menjadi tidak percaya diri.
Dengan demikian, segala yang terjadi dalam peristiwa di atas tidaklah lepas dari peran pengaruh yang paling besar yakni teknologi. Dengan berbagai hal yang ada di dalamnya, teknologi bisa mempengaruhi siapapun baik anak-anak hingga orang dewasa. Dan tentunya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan seseorang.  Remaja yang melakukan perilaku demikian juga tidak terlepas dari teknologi yang semakin berkembang pesat. 


Selanjutnya, bagian penutup yang lainnya itu adalah saran. Dimana berisi pendapat atau hal-hal yang berasal dari masyarakat yang mampu mempengaruhi seseorang untuk bertindak dalam menyikapi masalah perilaku seks pranikah tersebut. Dari semua yang telah dibahas di atas, kini tahap akhirnya adalah daftar pustaka yang berisi berbagai sumber materi yang telah didapat dari temuan-temuan baik dari buku maupun dunia maya seperti internet, dan lain sebagainya.

Akhir coretan saya disini berharap semoga apa yang saya tuliskan dapat menjadi manfaat bagi pembaca di luar sana. Dan untuk teman-teman yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai jurnal yang saya jelaskan, bisa dilihat dalam link dibawah ini:


Terimakasih... ^_^

Sabtu, 26 November 2011

Kegunaan Internet Dalam Psikologi

Belajar bagi sebagian orang menyenangkan, namun ada sebagian juga yang berpendapat bahwa belajar itu membuat kita bosan. Jadi seharusnya bagaimana ya membuat seseorang senang belajar tanpa adanya rasa bosan? Inilah pertanyaan besar yang patut kita pecahkan bersama-sama. Pembelajaran pada umumnya dilakukan dalam sekolah formal yang setiap harinya harus duduk, mendengarkan dan mengerjakan segala tugas-tugas yang mungkin bisa membebankan para siswanya. Bisa jadi disitulah letak timbulnya rasa bosan belajar seseorang. Akan tetapi kesemuanya itu tergantung kembali lagi kepada individu itu sendiri, dan seberapa besar tingkat keseriusan dalam proses pembelajarannya. Kini masalah tersebut lambat laun seiring perkembangan zaman telah mengalami perubahan dengan hadirnya metode pembelajaran yang bisa diikuti siapa pun, dimana pun, dan kapan pun kita inginkan. Inilah E-Learning (Electronic Learning) yang kini telah hadir ditengah-tengah masyarakat yang banyak memberikan manfaat bagi semua orang. E-learning mempermudah dalam proses pembelajaran, seperti para pelajar tidak perlu lagi duduk diruang kelas kemudian menyimak apa yang disampaikan pengajar secara langsung sehingga membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Berkaitan dengan tidak meratanya status ekonomi seseorang, E-Learning hadir sehingga membantu mereka yang tidak mampu untuk tetap dapat belajar tanpa harus membayar uang sekolah sehingga mereka mampu menghemat biaya yang tidak perlu mereka keluarkan dalam sebuah program pendidikan. Dari E-Learning ini kita juga dapat lebih mudah mendapatkan materi pembelajaran. Hanya dengan mengetik apa yang ingin kita cari, kemudian jawaban akan muncul dengan sendirinya. Bahkan materi yang kita dapatkan dari program ini bisa dibilang lebih banyak dan lebih luas. Jika berbicara soal manfaatnya itu memang banyak sekali ya, contohnya saja jika kita memiliki tugas yang sulit. Kita tidak perlu bersusah payah mencari kemana saja, karena hanya dengan duduk manis di depan komputer atau laptop dengan program E-Learning, apa yang ada dalam tugas tersebut bisa terselesaikan dengan baik. Tentunya bisa menghemat waktu dan juga tenaga sehingga segalanya teratur dan lebih efisien. Coba Anda bayangkan apabila tidak adanya E-Learing? Maka kesemuanya itu akan terasa sulit dijalani oleh sebagian orang. Ingin mencari informasi terhambat oleh waktu dan tempat, sehingga pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat menjadi lebih lambat pencapaian prosesnya.

Dalam situs ini juga menerangkan banyak hal mengenai dunia psikologi, khusunya jenjang dan pendidikan apa saja yang bisa kita ikuti dalam proses pembelajaran mengenai ilmu psikologi itu sendiri. Disini kita juga bisa memahami arti psikologi itu sendiri dan  psikologi tidak hanya murni psikologi, namun psikologi memiliki banyak variasi bidang ilmu seperti klinis, psikologi indistri dan organisasi (PIO), perkembangan, dan lain sebagainya. Dalam E-Learning yang juga membahas tentang psikologi, hal ini juga memberikan pengetahuan atau informasi mengenai gelar-gelar yang akan kita dapatkan dalam mengarungi jenjang pendidikan.

Gelar yang tertera dalam penjelasan ini adalah PhD atau lebih dikenal dengan istilah “dokter psikologi” yang biasanya dimiliki sebagian orang yang mengambil bidang khusunya bidang psikologi klinis. Dalam pencapaian gelar, mereka juga dibekali dengan ilmu serta program pendidikan yang menunjang seperti penelitian-penelitian tentang psikologi yakni organisasi, konseling, forensik, dan sosial. Dan ternyata bahwa E-Learning begitu meluas mengenai pembahasannya hingga semua bidang ilmu bisa terdapat didalamnya. Hal ini mempermudah kita sebagai masyarakat dalam mengakses atau mencari informasi tidak hanya melalui sebuah buku, namun terlebih memanfaatkan program E-Learning ini untuk menambah pengatahuan ksusunya dalam bidang psikologi yang sedang kita bahas saat ini.

Dalam E-Learning menampilkan materi atau pembahasan khusunya jika membahahas mengenai psikologi yang lebih lengkap dan meluas dibandingkan dengan pembelajaran yang dilakukan hanya dengan membaca teks dari buku yang pada umumnya kita ketahui. Ditempat ini kita juga dapat mengetahui perkembangan dunia psikologi dengan berbagai fasilitas didalamnya seperti konselling maupun aspek-aspek yang dibahas dalam psikologi itu sendiri. Selain itu juga banyak terdapat pembahasan mengenai psikologi yang dimuat dalam berbagai artikel di dalamnya. Perkembangan otak seseorang juga dapat kita ketahui dengan mengikuti permainan yang tertera dalam program ini yaitu "Brain Training Games". ini aalah program dimana kemampuan otak kita dilatih dalam bentuk permainan, khusunya bagi anak-anak agar mereka tidak bosan mengikutinya. Hanya dengan mengaksesnya dan mengikuti petunjuk, maka kita akan mendapatkan hasil penilaian pada akhirnya dan mengetahui seberapa baiknya kemampuan otak kita. 


Pembelajaran dengan metode ini juga dapat melatih kemandirian siswa untuk tidak bergantung pada materi-materi yang diberikan disekolah saja, namun bisa mereka dapatkan dengan cara lain yaitu E-Learning. Sehingga seorang siswa bisa berpikir mandiri bagaimana belajar tanpa harus adanya stimulus terlebih dahulu yakni guru atau dosen mereka sendiri. Dengan pembahasan diatas kini kita sudah mengetahui bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan itu tidak menjadi bosan jika kita ikuti. Selain itu kita juga dapat mengetahui bahwa terdapat pembelajaran di luar proses belajar mengajar di sekolah pada umumnya yaitu dengan hadirnya program E-Learning. Dengan didukung perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat dalam kehidupan ini. Pada akhirnya kini segala sesuatunya dapat berlangsung secara efisien dengan berkembangnya teknologi internet.

Kamis, 27 Oktober 2011

Menganalisa Image Seseorang Melalui Blog

Setiap individu memiliki sikap dan karakter yang berbeda-beda dan cenderung ingin menunjukkan image dengan ciri khasnya masing-masing. Hal itu bisa kita temukan dari bagaiamana ia memilih variasi bentuk dan warna pada beberapa hal yang disukainya seperti barang-barang yang ia koleksi. Bagi kebanyakan orang, warna itu bisa melambangkan jati diri dan juga gambaran dari sikap serta karakter yang ada dalam diri seseorang. Contohnya saja bisa kita lihat dari calon orang tua yang sedang mempersiapkan kelahiran bayi kemudian mereka menyocokkan dengan jenis kelamin sang bayinya itu dengan warna. Misalnya saja warna pink itu identik dengan warna perempuan sedangkan biru identik dengan warna laki-laki. Akan tetapi, pada dasarnya tidak semua perempuan itu menyukai warna pink dan juga semua laki-laki menyukai warna biru. Namun, karena keidentikan itu, bagi sebagian orang beranggapan demikian.

Warna juga biasa digunakan orang untuk memberikan kesan menarik akan sebuah logo atau lambang bahkan juga variasi tulisan agar yang melihatnya tertarik, sehingga tidak memberikan kesan atau gambaran yang monoton. Seperti yang akan saya bahas disini itu mengenai gambaran sikap dan karakter seseorang yang terlihat dari tulisan dan pemilihan warna yang dipilihnya pada sebuah blog dibawah ini:


              
Pada blog di atas, penulis terlihat memilih warna yang begitu bervariasi dengan tambahan gambar yang lucu, sehingga menambah kesan imut dalam blog tersebut. Warna background yang mendominasinya adalah warna kuning, yang melambangkan kegembiraan, penuh harapan dan optimis. Selain itu juga, warna kuning berarti muda, imajinasi, senang bergaul, dan energik.

Dari itu semua sudah tergambar bahwa penulis memiliki sifat yang periang yang apabila didera suatu masalah ia menyikapinya dengan kegembiraan dan memiliki harapan yang baik bahwa setiap masalah itu akan terselesaikan dengan baik, sehingga selalu optimis dibalik masalah akan ada hikmah yang dijadikannya sebuah pelajaran yang berharga untuk hidup lebih baik kedepannya. Seseorang yang memilih warna kuning juga menggambarkan ia memiliki jiwa persahabatn yang tinggi, sehingga rasa tolong menolongnya pun patut diacungi jempol. Selain pemilihan warna kuning, penulis juga menggunakan warna hijau sebagai warna tulisan yang melambangkan bahwa warna hijau itu sendiri berarti alami, sehat, beruntung, dewasa, berambisi, dan mempunyai semangat hidup yang tinggi. Yang juga memandang kehidupan bagaikan tangga yang olehnya mampu dilalui dengan baik dan cepat. Akan tetapi, mulai dari kehidupan, karir dan perubahan bergantung pada selera yang muncul dalam dirinya.

Dengan itu sama saja dalam melakukan segala sesuatu, pribadi ini lebih cenderung moody atau ia akan melakukannya jika ada kemauan. Namun jika tidak, maka tidak ia lakukan. Dilihat dari caranya menulis, pribadi ini terlihat banyak ide dan sesuai dengan warna yang dipilihnya yaitu kuning, yang dapat menambah keaslian diri pribadi ini bahwa selain punya banyak ide, ia juga imajinatif. Rangkaian kata per kata membuat pembaca tersenyum kagum, seolah tidak hanya perkataan yang kita lihat namun bagaikan kejadian tergambar dari sebuah tulisannya. Mungkin juga, dari tulisannya itu bisa dijadikan sebuah cerpen menarik untuk dibaca oleh publik.

Yang telah saya bahas disini baru hanya mengenai background dan tulisannya saja, akan tetapi pembahasan akan saya lanjutkan dengan gambar yang ada pada blog penulis tersebut. Penulis mencantumkan pula beberapa gambar pada sisi kanan dan kiri penulisannya. Disisi kanan terlihat gambar kartun yang bisa berubah-ubah dari gambar satu ke gambar kartun lainnya, namun ternyata tidak hanya sekedar gambar. Akan tetapi, dibawahnya terdapat kalender yang mungkin sebagai penanda waktu agar ia tidak lupa kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya. Selain kalender dan gambar kartun, disisi kiri terlihat ada ramalan cuaca dengan warna biru, yang warna biru tersebut melambangkan sesuatu yang memiliki ketenangan dan kepercayaan. Tidak hanya itu, biru juga melambangkan kesetiaan dan bagi sebagian orang beranggapan bahwa individu penyuka warna biru mudah untuk diandalkan dalam menyelesaikan suatu masalah.

Baik, kita lanjutkan kembali. Disisi kanan bawah terdapat gambar jam dengan jarum waktu yang melambangkan bahwa penulis tidak lupa waktu dan bisa memanfaatkan waktunya dengan baik sehingga tidak terbuang dengan sia-sia. Jam itu juga sebagai pengatur waktu dan batasan penulis untuk mengetahui waktu dengan baik. Dan bisa dikatakan manajemen waktunya berlangsung dengan baik pula. Mungkin hanya sekedar itu saja coretan tangan dari saya, kembali lagi bahwa warna ternyata juga bisa memberikan kesan atau image dalam diri seseorang. Dan bagi penulis yang saya kometari blognya, mohon maaf apabila ucapan maupun komentar saya kurang menyenangkan, karena semata-mata hanya untuk menyelesaikan tugas.

Terimakasih...gamsahamnida ^_^ 

Senin, 26 September 2011

Harapan Untuk Internet Di Masa Depan



Internet adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung dengan menggunakan Standard Internet Protocokol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliyaran pengguna di seluruh dunia (Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas). Internet juga merupakan jaringan komputer terbesar dunia maya tanpa batas (cyberspace) yang tidak mengenal batas-batas suku, bangsa, dan benua. Tingginya mobilitas pengguna internet menuntut jaringan internet untuk lebih fleksibel sehingga dalam keadaan berpergian pun seseorang tetap dapat mengakses internet dimana pun posisinya sedang berada. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dikembangkan jaringan tanpa kabel (nirkabel) yaitu jaringan internet tanpa kabel (nirkabel) yang dikenal dengan Wireless Application Protocol (WAP). Jaringan tanpa kabel tersebut digunakan pada telepon selluler sebagai sarana penghubung, sehingga seseorang tetap dapat berkomunikasi dengan orang lain meskipun tanpa kabel dan tentunya lebih mudah untuk digunakan dimana pun kita berada.

Segala yang diperlukan dalam kehidupan sebagian besar juga diperoleh dari internet, lebih tepatnya sebagai pusat informasi. Salah satu sarana informasinya dengan mengakses google, semua jawaban yang ingin kita tanyakan ada didalamnya. Internet itu mendunia, sehingga informasi yang ada tidak hanya informasi lokal, melainkan informasi dari luar negeri pun bisa kita peroleh tanpa harus berkunjung ke tempat tersebut. Informasi di dalamnya pada umumnya direalisasikan dalam dunia pendidikan yakni mengenai ilmu pengetahuan. Misalnya seperti seorang siswa yang sedang mencari bahan pembahasan pelajaran, kemudian ia mengakses internet sehingga pada akhirnya ia memperoleh informasi pelajaran sebagai tambahan dari materi yang telah tersedia dalam buku yang diberikan pihak sekolah. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan tidak hanya ada dalam sebuah buku atau dengan membaca buku, melainkan dengan mengakses atau browsing melalui internet pengetahuan bisa di dapat bahkan lebih luas. Internet lebih luas dalam menyebarkan pengetahuan atau informasi dan data secara ekstrem.

Saat ini, internet sedang marak-maraknya diperbincangkan dan digunakan bagi semua kalangan masyarakat, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Misalnya saja ketika seseorang ingin menulis dan mengirimkan surat, hal tersebut kini bisa dengan mudah dilakukan hanya dengan mengakses layanan protocol internet yakni e-mail (electronic mail). Dengan fasilitas e-mail tersebut, kini seseorang tidak harus pergi ke kantor pos untuk mengirimkan surat. Segalanya menjadi lebih mudah karena adanya layanan internet dengan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya. Namun tidak semua kalangan masyarakat memiliki fasilitas internet yang memungkinkan mereka untuk dapat mengaksesnya dengan mudah, dikarenakan akses internet yang masih terbilang mahal. Dengan demikian hendaknya kedepannya fasilitas internet bisa lebih mudah di dapat dengan harga yang relatif lebih murah. Sehingga semua kalangan dapat menggunakannya.

Tidak hanya dalam dunia pendidikan, internet juga telah berkembang dalam bidang ekonomi. Misalnya dalam hal jual-beli, yang biasa dilakukan di pasar atau pusat perbelanjaan dengan cara tatap muka. Kini sangat mudah dengan layanan internet, yakni transaksi melalui e-commerce. Tentunya lebih mudah dan praktis dibandingkan dengan metode transaksi pada umumnya. Internet tidak hanya di dapat dengan fasilitas modem saja yang dihubungkan dengan komputer, melainkan dengan adanya fasilitas Wi-Fi yang terdapat pada kantor dan kampus. Bahkan saat ini restoran atau café dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi juga yang dapat menunjang penggunaan internet sehingga lebih mudah. Akan tetapi, bisa terbilang sulit juga ketika kita tidak menemukan fasilitas tersebut. Karena tidak semua masyarakat berada di tempat dimana kita bisa mengakses internet dengan mudah. Misalnya saja tidak selalu berkunjung ke Mall atau café untuk sekedar bermain internet. Untuk itu, akan lebih baik lagi fasilitas internet Wi-Fi terpancar lebih luas ke dalam ruang lingkup lingkungan masyarakat seperti perumahan bahkan desa sekali pun.

Pemakaian internet saat ini masih terbilang mahal, terkadang juga terbatasi oleh kapasitas yang ada di dalamnya. Sehingga pemakai tidak begitu puas ketika mengaksesnya, terlebih lagi banyak hal yang diperlukan untuk mencari bahan informasi. Masih berhubungan dengan hal di atas, dengan terbatasnya kapasitas juga mengakibatkan akses internet menjadi lambat terkoneksi sehingga waktu bisa terbuang sia-sia. Dan akan lebih baik lagi, jika internet bisa diberikan secara gratis tanpa harus membayar terlebih dahulu layaknya seperti mengisi pulsa pada modem internet. Memang banyak informasi yang bisa di dapat melalui internet, namun hendaknya informasi yang tertera bisa lebih dikhususkan atau dikelompokkan untuk tingkat usia. Mengapa demikian? Karena tidak sedikit anak-anak di bawah umur yang memanfaatkan internet untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk itu, informasi yang dihadirkan dalam internet hendaknya kedepannya lebih mengarah tentang pengetahuan positif yang bisa membantu perkembangan pengetahuan masyarakat dalam berbagai kalangan maupun usia.

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas